• Web
  • Blog Ini
  • Friday, October 5, 2012

    Berwisata ke Pulau Ayer, Kepulauan Seribu

    ayer

    SATU-SATUNYA ikon wisata alam yang dimiliki DKI Jakarta sebagai Ibu Kota, adalah Kepulauan Seribu yang begitu indahnya terhampar di perairan Teluk Jakarta.

    Karena itu kordinasi pengelolaan dan segala sesuatunya sampai kegiatan promosi dilakukan langsung di tingkat provinsi yaitu oleh Dinas Pariwasata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

    Sekalipun begitu Sudin Parbud Kabupaten Kepulauan Seribu juga tidak berpangku tangan. Berbagai upaya juga dilakukan Sudin Parbud Kepulauan Seribu demi kemajuan kepariwisataan bahari dan ekonomi kreatif masyarakat kepulauan ini.

    Dari sekitar 105 pulau-pulau tersebut, Pulau Ayer termasuk yang cukup dekat dengan daratan Jakarta, utamanya dari dermaga Pantai Marina Ancol. Hanya dalam waktu 25 menit untuk mencapainya dengan motorboat. Ke sanalah kali ini kita berwisata.

    Suatu pagi di bulan Juli 2012 serombongan siswa-siswi SMA berprestasi bersama pimpinan Museum Bahari, Dra Dwi Martati dan para stafnya berkumpul di Dermaga 16 Pantai Marina Ancol. Dengan dua motorboat mereka berlayar ke Pulau Ayer.

    Dalam rombongan itu terdapat pejabat dari Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Mayor Laut Kukuh Suryo Widodo, mantan Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur Dermawan Ilyas, Guru SD 05 Petojo Selatan Achmad Fahrudin serta Pengamat Wisata dan Budaya Yusuf Hardiyo mengungkapkan wisata ke Pulau Ayer tersebut kepada Harian Terbi”.

    Sekitar pukul 08.30 dua motorboat rombongan Duta Wisata Bahari 2012 tersebut merapat di dermaga Pulau Ayer. Begitu bergairan para siswa tersebut mengawali hari itu dengan suasana baru, suasana laut dengan keelokannya.

    Puluhan gelas welcome drink rasa orange dan strawberry yang disuguhkan Manajer Pulau Ayer, Ir Rudy Hartono dan anakbuahnya begitu segar disruput para anggota rombongan ini. Sementara barang barang bagasi yang berat dikumpulkan petugas Pulau Ayer.

    Setelah beristirahat sesaat, satu persatu anggota rombongan mendapat kunci kamar masing-masing yang sebagian besar mendapat cottage apung di laut dengan nama-nama kota di Papua (Irian Jaya). Yusuf Hardiyo dan Fahrudin menginap di Fakfak 05, Dermawan dan temannya Husein Mohammad di Fakfak 10, sementara Dwi Martati dan stafnya Ny Shinta dan Ny Yani di cottage Fakfak 03 dan 04.

    Antar- cottage dihubungkan jembatan selebar 1 meter terbuat dari papan kayu ulin. Setiap saat dihempas ombak cottage cottage itu bergoyang. Takut?

    Ada kata bijak berbunyi “Kalau takut ombak, jangan berumah di tepi pantai”. Jadi tak perlu takut karena konstruksinya sudah diperhitungkan matang –matang. Malah banyak wisatawan yang menginap di cottage apung itu malam-malam memancing dengan tinggal mengulurkan jorannya ke laut dari beranda cottagenya. Sungguh asyik.

    Pagi harinya Mahesa Agni siswa SMAN 59 Jakarta Timur, Rabiatun siswi SMAN 6 Jakarta Selatan, Lisda Septiani siswi SMAN 17 Jakarta Barat dan kawan kawannya juga tampak asyik ketika berolahraga air mendayung kanu dan berselancar dengan perahu layar.

    Terlihat ketika mati angin dan perahu terguling bersama layarnya mereka pun tak panik, karena masing masing mengenakan jaket pelampung.

    Sementara Dwi Martati, Shinta dan Bu Yani begitu sangat menikmati saat motorboatnya dengan kecepatan tinggi meluncur mengitari Pulau Ayer yang luasnya hanya 6,5 hektar itu. sumber www.harianterbit.com, reviewer;bang mul.

    Read more »

    Super Tucano TNI AU Tiba di Malang…..Pesawat Tempur Baru TNI Buatan brasil…

    JAKARTA — Perusahaan pembuat pesawat terbang Brasil, Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) akui telah mengirim empat pesawat tempur ringan A-29 Super Tucano pesanan TNI Angkatan Udara. Pengiriman itu ditandai dengan upacara dipabrik mereka yang terletak 270 km dari ibukota Brasil, Sao Paulo.

    Keempat pesawat itu adalah bagian dari delapan pesawat serupa yang dipesan TNI AU tahun 2010 lalu untuk menggantikan armada OV-10 Broncos. Kedelapan pesawat itu akan menjadi milik Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

    “Di akhir tahun 2012 direncanakan, delapan pesawat Super Tucano tiba di Malang,” ujar Kasi Pemeliharaan Skadron Udara 21, Mayor Anton Firmansyah, dalam siaran pers TNI AU, Selasa (7/8). Embraer adalah pabrik pesawat terbang komersial terbesar ketiga di dunia setelah Boeing di AS dan Airbus di Eropa.

    Sebelum dikirim ke Indonesia, akhir Juli lalu tim gabungan Kementerian Pertahanan dan TNI AU tiba di fasilitas produksi Embraer di Gaveao Peixoto untuk memeriksa pesawat pesanan nomor produksi 179 dan 180.

    Tim pemeriksa yang dipimpin oleh Letkol Lek Alit Erbawa dengan anggota Letkol Tek Sianturi, Mayor Pnb James Yanes Singal dan Mayor Tek Yani Prasetyo melakukan pemeriksaan pesawat meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan dan uji terbang. Khusus uji terbang dilaksanakan oleh test pilot Embraer dan Komandan Skadron Udara 21, Mayor Pnb James Yanes Singal.

    Pemeriksaan di darat dimulai dari melihat kondisi fisik pesawat, pemeriksaan instrumen pesawat sebelum dan sesudah mesin dinyalakan dan pemeriksaan kendali pesawat selama proses lepas landas dan mendarat. Dalam uji terbang yang dilaksanakan hingga ketinggian 25.000 kaki, diperiksa beberapa sistem pesawat yang meliputi sistem bahan bakar, tekanan udara, auto pilot, mesin, navigasi, komunikasi, penembakan (simulasi) dan landing gear.

    Super Tucano EMB-314 mengandalkan mesin tunggal Embraer, untuk melakukan tempur taktis “close air support” bagi bantuan pasukan infanteri maupun kavaleri. Pesawat ini memiliki kemampuan menjejak posisi musuh dengan cepat serta memiliki kemampuan penghancuran. Super Tucano dilengkapi dua senapan mesin di sayap serta 5 hardpoint di sayap dan fuselage untuk mengangkut rudal, roket atau bom seberat 1,5 ton.

    sumber www.harianterbit.com, reviewer; bang mul

    Read more »

    Monday, October 1, 2012

    10 Bayi Meninggal Akibat Listrik Padam

    REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Sedikitnya 10 bayi yang baru dilahirkan meninggal akibat gangguan pasokan oksigen gara-gara listrik padam selama 24 jam terakhir. Peristiwa ini terjadi di satu rumah sakit anak di Kota Larkana, Provinsi Sindh, Pakistan selatan, Sabtu (29/9).

    Polisi setempat menyebutkan empat bayi yang berada di unit perawatan intensif meninggal pada Jumat larut malam ketika listrik satu rumah sakit pemerintah padam. Pengelola rumah sakit berusaha menghidupkan listrik kembali dengan menggunakan generator.

    ''Tapi, generator tersebut tak berfungsi,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara.

    Listrik baru menyala lagi pada Sabtu sore waktu setempat. Bayi meninggal satu demi satu akibat tak adanya dukungan tabung oksigen buat mereka.

    Dr. Afsar Bhutt, pengawas medis rumah sakit tersebut, mengatakan bayi bukan meninggal akibat kesalahan administrasi atau diabaikan oleh dokter. Tapi, mereka meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit untuk diberi perawatan medis.

    Gubernur dan menteri besar Sindh telah memerintahkan penyelidikan mengenai peristiwa itu.

    sumber www.republika.co.id, reviewer ; bang mul

    Read more »

    Angle's Muslim, Ice Cream Threatened Closed Company

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON-Comments unsympathetic President Livingston Wilcoxson's Ice Cream, Matt Schaeffer makes consumers disappointed. Consumers Schaeffer accused of a racist.

    The case began when a single Muslim consumers Wilcoxson asked via facebook account.

    He asked if the ice cream Wilcoxson containing pork.

    Whether emotional or joking, Schaeffer answered the question, "We do not serve consumers outside of Montana, let alone Pakistan."

    Seeing that answer, the questioner is known origin Wyoming judge Schaeffer answer quite rough. Moreover, he assumed he was living in Pakistan.

    "What are you talking about? Comments you are very rude when you call me a stay in Pakistan. Ketidaktahuaan For you, I would not buy an ice cream, and will not recommend it to others," replied the requester.

    Schaeffer reveals why he gave that answer because he saw a map of the requester indicating Pakistan. "I suspect he sends the question of Pakistan," said Schaeffer argued.

    However, he regretted the words. "I do not want to be the one to destroy the company's centennial just because stupid comments. If need be I will resign," he said.
    Shortly after Schaeffer answers posted in the Facebook account of the company, a negative response came. Those who respond even intend to boycott any products ice cream Wilcoxson.

    Alisa Prigge of Denver, for example, she and her husband who claimed relatives of other questioners invites consumers to boycott any company that supports racism and intolerance. Alisa addition, many other comments that contain insults.

    "Everyone from different religious backgrounds like ice cream. But everyone from religious backgrounds do not support bigotry and discrimination Wilcoxson," commented consumers.

    source www.republika.co.id, reviewer ; bang mul

    Read more »

    Bakar 100 Alquran, 6 Tentara AS Hanya Disanksi Disipliner

    INI TIDAK BISA DI MAAFKAN

    KABUL - Enam tentara AS dikenakan sanksi disipliner karena membakar 100 Alquran dan buku-buku agama di Afghanistan. Mereka tidak akan dikenakan pidana apa pun atas insiden itu, yang memicu kerusuhan berdarah dan menewaskan 30 orang serta penembakan fatal terhadap dua tentara AS.

    Untuk pembakaran Alquran, keenam tentara itu menghadapi "sanksi administratif" yang meliputi penurunan ranking, tugas tambahan atau pemotongan gaji. Mereka terdiri dari empat opsir dan dua opsir nonkomisioner. Pasca insiden yang terjadi 20 Februari tersebut, Presiden Afghanistan Hamid Karzai meminta agar tentara yang terlibat diadili secara publik.

    Menurut lansiran laman VOA, penyelidikan menemukan bahwa mereka tidak berniat menghina Islam. Tiga orang anggota marinir juga dikenakan sanksi karena mengencingi mayat pejuang Taliban dimana kejadian itu juga terekam dalam sebuah video. Penyelidikan juga menemukan Alquran dan buku-buku agama tersebut dibakar di Landasan Udara Bagram, yang merupakan pangkalan angkatan udara AS di utara Kabul.

    Sebanyak 53 Quran dan 162 buku agama berhasil diselamatkan dari tungku pembakaran namun mengalami kerusakan. Selain anggota militer, seorang penerjemah juga dinilai bersalah karena mengatakan bahwa sebagian besar buku itu bersifat mengajarkan ekstrimisme, tanpa memberitahu pada pasukan Amerika bagaimana memperlakukannya dengan layak. (esy/jpnn)sumber www.indopos.co.id, reviewer ; bang mul.

    Read more »

    Suasana Belajar Di Kelas Mempengaruhi Mental Siswa

    JAKARTA -Tahukah Anda bahwa suasana belajar di kelas yang diciptakan guru ikut memicu perilaku kekerasan pada anak muridnya? Kurikulum yang menjenuhkan, proses belajar yang membosankan, dan sedikitnya waktu bagi anak untuk mengaktualisasikan diri ditengarai sebagai salah satu penyebabnya.

    Demikian diungkapkan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rahman. Menurut dia, manajemen sekolah seharusnya dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak mencekam. ’’Tapi, faktanya proses belajar sekarang melenceng dari UU no 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional (Sisdiknas).

    Guru lebih mementingkan keunggulan akademik saja,’’ ungkap Arief di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, 8 standar pendidikan sekarang ini sudah tidak mampu lagi memberikan pengetahuan akademik dan sosial kepada anak didiknya. Seharusnya, ditambah satu poin lagi, yaitu pembentukan karakter.

    ’’Saya prihatin, sekolah hanya mengejar ranking, sementara keunggulan yang lebih komprehensif seperti kepribadian dan budaya damai antar sekolah tidak diciptakan,’’ kecam Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO ini. Krominolog dari Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengatakan, perilaku kekerasan sudah dimulai sebelum siswa belajar di sekolah.

    Tepatnya saat masa orientasi sekolah atau sejenisnya. Contohnya praktik peloncoan yang dilakukan senior terhadap junior. ’’Sekolah harus mengantisipasi fenomena yang terjadi. Semestinya pendampingan ke anak-anak baru harus diintensifkan pada masa-masa seperti sekarang ini,’’ paparnya.

    Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim mengakui, hasil evaluasi yang dilakukan Kemdikbud mengungkapkan dunia pendidikan di Indonesia sudah sangat membosankan. Salah satu tolak ukurnya dilihat dari materi kurikulum pendidikan di seluruh jenjang pendidikan.

    ’’Selama ini kurikulum pendidikan kita sangat membosankan,’’ katanya. Kondisi itulah yang mendorong Kemdikbud menilai tepat waktunya untuk mengevaluasi dan mengubah kurikulum pendidikan nasional. ’’Selama ini pendidikan kita membosankan. Indikator sederhananya, anak-anak gembira jika gurunya tidak datang.

    Itu karena pola pendidikan kita masih memberatkan anak,’’ paparnya. Saat ini pemerintah tengah mengevaluasi dan mematangkan rencana perombakan kurikulum pendidikan nasional secara menyeluruh. Meski masih berlangsung, tetapi ia berani mengatakan jika kurikulum pendidikan nasional yang baru akan selesai dibahas dan mulai berlaku pada ajaran 2013-2014.

    Sementara itu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi anak. Pendidikan karakter ini tidak hanya ditanamkan di sekolah, melainkan juga yang terutama diajarkan sejak dini di dalam keluarga. ’’Kalau karakter positif sudah ditancapkan sejak kecil kepada anak, mereka tidak akan terjerumus kepada hal-hal negatif,’’ kata Linda kepada wartawan kemarin.

    Salah satu yang bisa dikembangkan untuk pendidikan karakter ini adalah dengan mengajarkan olahraga. ’’Olahraga apa saja, karena di dalam olahraga itu ada sportivitas, kejujuran. Kesenian juga cara yang baik untuk menanamkan karakter kepada anak .

    sumber www.indopos.co.id, reviewer ; Bang mul

    Read more »